Lumrahnya kegiatan pondok pesantren ialah mengaji, mengaji, mengaji, tidur, salat, mengaji lagi, dan begitu saja seterusnya. Membosankan? Tentu saja! Banyak orang merasa tidak betah menjadi santri karena kegiatan yang monoton semacam itu. Belum lagi jika kita telisik betapa rumitnya dan banyaknya kaidah nahwu, shorof, dan i’lal yang harus dikuasai. It’s very boring, right? Dari bangun tidur sampai tidur lagi, kehidupan di pondok pesantren hanya mengaji. Mabok ngaji ngga tuh wkwkwkwk.

Dokumentasi pondok putri

Akan tetapi, di pondok pesantren kami kegiatannya tidak membosankan. Ada 2 hal yang membuat pondok pesantren kami berbeda. Pertama, di sini kami rutin berolah raga. Rutinas ini sungguh membuat mondok tidak membosankan. Selain itu, postur tubuh dan kualitas kesehatan juga membaik. Kami menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan disiplin.

Dokumen pribadi penulis

Kedua, pengajian di pondok pesantren kami tidak sepenuhnya berupa pengajian kita salaf. Ada beberapa ngaji selingan yang diisi dengan obrolan yang menggugah semangat hidup dan gairah belajar. Biasanya, ngaji selingan semacam ini dipantik dengan pertanyaan atau pemaparan yang menunjukkan keadaan kita sekarang. Pemaparan yang membuat kami sadar kalau menjadi pintar dan rajin saja belum cukup untuk meningkatkan kualitas hidup. Kurikulum di sekolah dan pondok pesantren tidak mengajarkan cara meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, di momen ngaji selingan ini kami dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan hidup yang kami punya. Justru, banyak teman kami yang lebih suka ngaji selingan karena dirasa lebih menggugah.

Singkat kata, pondok pesantren kami tidak membosankan, tetapi menyadarkan dan menggugah semangat untuk meningkatkan kualitas hidup. Sebenarnya, masih ada lagi kegiatan yang menyenangkan lainnya. Tapi segini aja dulu. Bye².

.

Dokumen pribadi penulis